Sabtu, 27 November 2010

28 OKTOBER PUISI PERINGATAN SUMPAH PEMUDA 2010

Indonesia
82 tahun pemuda bersatu
82 tahun pemuda Berjaya
82 tahun pemuda bersama membangun Indonesia

82 tahun sumpah pemuda
Namun bumi ini masih menangis
Akibat para pembalak liar
Hingga bumi sudah tak kuat lagi

82 tahun sumpah pemuda
Bumi ini mual
Karena  manusia sudah tak mau lagi
Menyembah sang pencipta

82 tahun sumpah pemuda
Bumi ini sakit
Hingga darah bercucuran
Tiada henti

82 tahun sumpah pemuda
Ikrar para pahlawan sesungguhnya
Yang kini tinggal tulisan
Di album kenangan

82 tahun sumpah pemuda
Namun Indonesia berduka
Karena banyak bencana
Akibat dosa dosa manusia

Hari itu,
Minggu, 28 oktober 1928
Lagu kebangsaan dikumandangkan
Sumpah para pemuda diucapkan
Semua hanya ada rasa persatuan
Yang kini tinggal kenangan

Hari ini,
Kamis, 28 oktober 2010

Rasa persaudaraan dimana?
Rasa persatuan kemana?
Rasa kebangsaan apakah ada?
Pertanyaan pertanyaan itu hanya bisa dijawab
Oleh kita, para pemuda

Mentawai, merapi, wasior dan apalah lagi
Adalah sebuah sentilan kecil
Dari tuhan kepada para pemuda
Agar bersatu membangun Indonesia

BUDAYA EMAS


Indonesia
Negri yang kaya budaya
Dari sabang sampai merauke
Dari miangas hingga rote
Terbentang warisan leluhur yang sangat indah

Batik, busana Indonesia
Sasando, suara Indonesia
Saman, tontonan Indonesia
Reog, tarian Indonesia
Ulos, perhiasan Indonesia
Wayang, kisah pendahulu Indonesia

Rafflesia, mahkota Indonesia
Papua, hijau Indonesia
Laut, biru Indonesia
Merak, cahaya Indonesia
Cendrawasih, lukisan dari surga Indonesia

Tetangga boleh mengklaim
Tapi kitalah pemilik
Tetangga boleh ingin
Namun kitalah yang punya
Tetangga boleh iri
Tapi kita berbangga hati

Indonesia adalah negeri kita
Jangan bilang kita miskin
Karena itu munafik
Jangan bilang kita tak punya
Karena itu fitnah

Ya Allah,
Aku bersyukur atas karuniamu kepada Indonesia
Atas rizkimu kepada Indonesia
Dan sembah sujud syukurku hanya untuk-Mu

HIDUP ADALAH ANUGRAH

Hidup adalah anugrah
Jika mudah, maka bersyukurlah
Jika susah, maka bersabarlah

Hidup itu anugrah
Tingginya langit
Dalamnya laut
Luasnya semesta
Sempitnya bumi
Indahnya surga
Dahsyatnya neraka

Hidup adalah pilihan
Pilihan sulit ataupun mudah
Terkadang harus ada yang berkorban
Susah atau mudah?
Kaya atau miskin?
Harta atau nyawa?
Hidup atau mati?
Surga atau neraka?

Tapi dibalik kerasnya hidup
Selalu ada solusi menyertainya
Entah itu baik ataupun buruk
Kerena hidup ini anugrah ilahi

Hidup bagaikan elang
Selalu bersyukur
Selalu bersabar
Selalu pasrah

Syukurku
Sujudku
Sembahku
Hanya milik Allah tuhan semesta alam
Karena hidup adalah anugrah

BATIK NUSANTARA

NUSANTARA,
KAYA AKAN ALAM,
KAYA AKAN LAUT,
KAYA AKAN SATWA,
KAYA FLORA
KAYA! KAYA!

BATIK JAWA BARAT
BATIK JOGJA
BATIK LAMPUNG
BATIK NUSANTARA

BATIK KAWUNG
BATIK PARANGKUSUMO
BATIK SIDOMUKTI
BATIK CIPTONING
BATIK INDONESIA

TAPI
BATIK NUSANTARA ITU
MERUPAKAN MAHAKARYA INDONESIA
BUKAN MAHAKARYA ORANG LAIN

MAHAKARYA INDONESIA
MAHAKARYA DUNIA
MAHAKARYA NUSANTARA

BENCANA TIADA TARA

Bencana
Berlangsung terus menerus
Tanpa ampun
Di negeri sejuta bencana
Indonesia

Satu gertakan alam tak cukup
Dua gertakan alam tak menyadarkan
Tiga gertakan melumpuhkan
                            
Di mentawai
Sang pemimpin tak bernurani
Meninggalkan rakyat yang dilanda tsunami
Pergi ke luar negeri
Dengan dalih promosi ekonomi

Di jawa
Tanah bergucang mengeluarkan isinya
Gunung bergemuruh di yogyakarta
Bumi pun tak kuasa
Menahan dosa dosa manusia

Tuhan terus memberi peringatan
Lewat tanah yang berguncang
Juga gunung yang menggetarkan
Serta laut yang menyapu daratan
Namun tak juga menyadarkan

Hati manusia sudah membatu
Seperti suangai yang membawa abu
Mata manusia belum terbuka
Seperti air yang menjadi raja

Murka alam akan terus datang
Menyambut manusia yang berhati karang
Hentakan alam akan terus silih berganti
Mengiringi hari demi hari

Sabarlah, saudaraku
Karena dibalik kesulitan
Allah akan bukakan jalan……….

PEMBALAKAN LIAR


Bencana
Ketika kita ingat akan bencana
Kita ingat akan hutan
Yang rusak oleh
Para pembalak liar
Sang penghancur dunia

Hai pembalak liar
Janganlah engkau makin liar
Bagai kuda liar
Sang perusak hutan belantara

Bumi,
Sudah sepantasnyalah engkau bersedih
Karena keserakahan manusia
Semua rusak

Dunia rusak
Bumi rusak
Alam semesta rusak
Semuanya rusak

Hai para pembalak liar !
Tempat sebaik baiknya untuk engkau
Adalah jahannam
Bagi para perusak alam

Ketika ada bencana,engkau membuat manusia bersedih
Semua adalah akibat dari para pembalak liar
Ketika kesulitan menghadang, pasti ada kemudahan