Minggu, 26 Agustus 2012

Dengan pendidikan yang baik, Indonesia sejahtera, maju dan berkualitas


Sebenarnya, banyak faktor yang bisa membuat negara kita sejahtera, maju dan berkualitas. Faktor alam, sejarah, wilayah, dan lainnya. Namun ada satu yang belum maksimal, Sumber Daya Manusia.

Sumber daya manusia kita memang tergolong rendah, masih banyak saudara kita yang belum mendapatkan pendidikan yang memadai. Seperti hanya sampai SMA, SMP, SD bahkan ada yang tidak mengenyam pendidikan sama sekali. Sungguh ironis di negeri ini, negeri yang memiliki 17.000 pulau, kita belum memaksimalkan potensi yang ada. Meskipun pendidikan tidak menjamin kesuksesan seseorang, namun dengan pendidikan, peluang untuk meraih kesuksesan lebih besar.

Sistem pendidikan di Indonesia belum mampu mengakomodir potensi masyarakatnya. Banyak yang mengeluhkan bahwa anak yang masuk sekolah harus bisa di semua mata pelajaran dengan standar yang tinggi. Seperti matematika 70, IPA 70, IPS 72, kesenian 75, dan pelajaran lainnya. Seharusnya, dengan potensi setiap individu yang berbeda, sekolah dapat memaksimalkan potensi yang ada. Saat ini pun sudah beberapa sekolah memberikan program ekstrakulikuler untuk mengembangkan potensinya, ini sudah bagus menurut saya.

Kualitas pelajar yang ditentukan dengan ujian nasional pun belum sepenuhnya menggambarkan kondisi sesungguhnya peserta didik. Karena masih saja ditemukan kasus sontek massal di sejumlah sekolah yang menunjukkan banyak pelajar yang lebih memilih jalur instan dibandingkan berusaha. Ini mungkin yang membuat bangsa kita belum maju. Lebih suka dengan jalan pintas daripada dengan hasil usaha sendiri. Kondisi seperti ini (lebih memilih jalan pintas daripada dengan hasil usaha sendiri) akan membuat semakin banyak kasus korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) di negeri kita.

Melihat kondisi seperti ini sudah sepantasnya jika kualitas pendidikan indonesia lebih baik, meski sekarang sudah cukup baik, namun akan lebih baik lagi jika kita memperbaiki dari diri kita dahulu, dengan berusaha menjadi yang terbaik dalam bidang kita kita jangan hanya mengeluh dan pasrah, namun harus ada usaha dulu dari diri kita. Untuk pemerintah, saya harap instansi terkait dapat memberikan solusi terbaik bagi pendidikan Indonesia, tentu kita ingin Indonesia menjadi negeri yang sejahtera, maju dan berkualitas bukan?

Terakhir, sebagai bangsa yang besar sudah sepantasnya bangsa ini dibangun oleh orang orang cerdas, tak hanya cerdas dari sisi IPTEK saja, namun juga harus menjadi bangsa yang cerdas secara akhlaknya. Sehingga dapat menjadi bangsa yang besar dan berdaulat serta agamais.

Mohon maaf jika ada tulisan saya yang kurang berkenan.
Follow @famajiid on twitter
Silakan untuk memberikan komentar  yang membangun

Jumat, 17 Agustus 2012

67 TAHUN INDONESIA MERDEKA


67 tahun Indonesia merdeka
Sudah sampai mana?
Ketika kita sudah tak dijajah Belanda atau Jepang?
Ataukah ketika kita membangun tanah air kita?

67 tahun Indonesia merdeka
Masih banyak rakyat yang menahan amarah
Karena banyak pemimpin yang tak amanah
Hingga rakyat hanya bisa pasrah

67 tahun Indonesia merdeka
Mengapa Indonesia belum bangkit?
Mengapa Indonesia tak kunjung maju?
Mengapa Indonesia belum bersatu?

67
tahun Indonesia merdeka
Sedih rasanya, mana tangan pemuda?
Sedang berpesta Atau sedang bekerja?
Sedang tawuran Atau sedang berjuang?
Sedang mencuri Atau sedang berkarya?

67 tahun Indonesia merdeka
Mana doa kita untuk Indonesia?
Mana tangan kita untuk bekerja?
Bekerja sama untuk membangun cita?

67 tahun silam, di Jakarta
Proklamasi dilantangkan
Merah putih dibentangkan
Semuanya bersatu melawan penjajahan

67 tahun setelahnya, masih di Jakarta
Para pemuda tawuran
Pejabat main kepentingan
Artis artis pamer kemewahan
Yang kini jadi tontonan

Korupsi, suap, sogokan dan apalah lagi
Adalah sebagian kecil tantangan
Agar kita mau turun tangan
Hingga mencapai Indonesia
Yang tak lagi berpangku tangan

Selasa, 14 Agustus 2012

DALAM BATAS CAKRAWALA


Dalam batas cakrawala
Air menghamparkan samudera
Tanah menghamparkan benua
Udara menghamparkan angkasa
Api menghamparkan pelita

Dalam batas cakrawala
Orang orang membangun kota
Para pemimpi menggapai cita
Harapan gemilang memelok mata
Panggung panggung pun mulai tertata

Dalam batas cakrawala
Wanita mengasuh putra
Lelaki merangkai karya
Anak anak membangun asa
Orang orang tua merindukan saudara

Dalam batas cakrawala
Dengung asap membahana
Senyum mentari merona
Hijau hutan mempesona
Elok raga dalam panorama

Dalam batas cakrawala
Inilah manusia
Makhluk makhluk pewarna dunia
Para pembangun segala cipta
Dan berharap merengkuh surga