Bulan Ramadan sejatinya adalah bulan yang agung,
bulan yang penuh berkah, dan banyak kemuliaan lainnya. Indonesia sebagai negara
berpenduduk muslim terbanyak di dunia pastinya amat menunggu limpahan berkah di
bulan ini. Milyaran umat islam di seluruh dunia pun menantikan nikmatnya
berpuasa.
Puasa menjadi ibadah wajib sebulan penuh saat Ramadan.
Berpuasa menjadi saat yang spesial karena inilah ibadah istimewa seorang
muslim. Seorang muslim yang benar-benar berpuasa, ia tak hanya mendapat rasa
lapar dan haus, tapi ia juga mendapat limpahan rahmat dan karunia Allah. Saat Ramadan
sebenarnya ada banyak yang bisa kita lakukan, dan tentunya ini bernilai berkah
untuk semua manusia.
Pertama, ibadah puasa itu sendiri. Puasa merupakan
ibadah yang sudah ada dari nabi-nabi terdahulu. Puasa memiliki nilai yang
sangat berarti. Kita harus mampu menahan diri dari berbagai nafsu. Nafsu yang
tadinya halal pun diharamkan ketika sedang berpuasa. Tentunya ini akan berubah
menjadi ringan bila kita ikhlas dalam berpuasa. Selain mendapat banyak pahala
dari Allah, ibadah ini juga memberikan dampak positif dari banyak sisi. Dalam
kesehatan, berpuasa akan memberikan dampak yang amat baik bagi sistem
pencernaan manusia. Lambung kita akan diistirahatkan sebulan setelah setahun
bekerja keras. Dari segi sosial, dengan berpuasa kita akan mampu melahirkan
rasa empati kepada manusia lain yang tak seberuntung kita. Menahan rasa lapar
mungkin sudah terbiasa bagi mereka yang tak berkecukupan. Dan kita turut pula
merasakannya sebagai wujud kepedulian sesama muslim. Selain itu, ada banyak
lagi keistimewaan orang yang berpuasa.
Berikutnya, dari ibadah. Sudah menjadi pengetahuan
bersama bahwa selama bulan Ramadan, ibadah yang dilakukan akan dilipatgandakan
tak terbatas. Ini tentu menjadi kabar baik bagi kita untuk memaksimalkan waktu
selama Ramadan untuk hal-hal positif. Berpuasa di siang hari, dan mendekat di
malam hari. Ada satu ibadah yang sangat baik untuk dilakukan. Memberi makanan
untuk berbuka. Mungkin selama ini kita suka memberi makanan untuk orang lain,
dan ini bermanfaat. Selama Ramadan, manfaat berbagi makanan tak hanya bagi
penerima, tapi juga yang memberi karena ia akan ddiberikan pahala sebanyak
orang tersebut tanpa mengurangi pahala orang yang diberi. Jadi, jangan heran ketika
selama Ramadan banyak orang yang berlomba-lomba berbagi makanan untuk berbuka
puasa.
Yang ketiga, dari bisnis. Ini sebenarnya bukan
tujuan utama, tapi berkah bisnis tentunya amat dirasakan dari para niagawan.
Selama Ramadan, bisnis tempat makan, pakaian, hingga buku merasakan nikmatnya Ramadan.
Tempat makan menjadi hal yang paling dicari menjelang berbuka. Pakaian banyak
dicari karena umat islam menjadi rajin ke masjid dengan berpakaian yang indah
dan rapi. Bahkan, untuk mengisi waktu luang, buku-buku yang bernuansa agama
semakin dicari. Umat islam semakin rajin untuk mendalami agamanya, dan buku
menjadi salah satu jalannya.
Selanjutnya, televisi. Televisi yang biasanya
menyuguhkan acara-acara yang berbau maksiat, selama Ramadan mereka berubah
insaf. Artis-artis berpakaian lebih tertutup, acara musik berubah menjadi acara
dakwah. Bahkan banyak televisi yang sengaja mengundang ulama untuk memberikan
nasihat kebaikan selama bulan Ramadan. Ulama-ulama pesohor pun harus bisa
memanfaatkannya sebagai ajang dakwah ajaran islam. Ragam acara keislaman,
seperti pengkajian Al Quran, motivasi
islami, hingga tausiyah bertebaran selama Ramadan untuk meningkatkan kualitas
umat islam. Televisi pun seolah menjadi gudang ilmu bagi umat islam. Tapi, ini
diharapkan tak hanya saat Ramadan. Tapi bisa berlanjut hingga seterusnya.
Coba kita lihat dari segi kemasyarakatan.
Masyarakat Indonesia tentunya akan berubah gaya hidupnya selama Ramadan. Mereka
menghormati Ramadan dengan berbagai cara. Mengadakan seminar keislaman, membagikan
takjil gratis bagi pengguna jalan, hingga memakmurkan masjid menjadi metode
untuk semakin dekat dengan Allah. Masyarakat nonmuslim pun saling menghormati.
Kemajemukan masyarakat Indonesia pun bisa diharmonikan selama Ramadan.
Terakhir, ada ibadah spesial di bulan Ramadan,
yakni zakat. Zakat merupakan sarana paling dahsyat untuk memurnikan dan
mensucikan harta, jiwa, serta tubuh kita. Zakat menjadikan kita seorang muslim
yang sejati. Karena, muslim yang terbaik bukan yang hanya sendiri merasakan keindahan
Ramadan, tapi juga mampu berbagi keberkahan Ramadan. Zakat harus kita tunaikan
sebagai bentuk syukur atas seluruh nikmat yang telah diberikan selama ini.
Harta kita mungkin ada yang kotor, dan cara terbaik untuk membersihkannya hanya
dengan berzakat. Jadi, untuk apa ragu membayar zakat?
Demikianlah sedikit dari jutaan berkah Ramadan. Ramadan,
sebagai bulan yang paling dinantikan seluruh umat islam di dunia harus kita
maksimalkan. Ibadah semakin rajin, peduli dengan sesama, hingga mencapai
keparipurnaan melalui lailatulqadr. Semoga keberkahan Ramadan dapat kita manfaatkan sebagai sarana peningkatan kualitas
ketakwaan kepada Allah dan sarana kepedulian sosial dalam masyarakat. Umat
islam tentu berharap keharmonisan tak hanya pada saat Ramadan, tapi juga ketika
berlalunya Ramadan, kemuliaan Ramadan masih dapat dirasakan. Marilah kita
siapkan diri kita untuk menyambut sang
tamu agung, bulan penuh karunia, Ramadan.