Kamis, 02 Juni 2011

ingatlah, perhatikan dan waspadalah

Ingatkah kalian
Ketika Allah menciptakan bumi ini
14 milyar tahun yang lalu
Lalu tuhan berkata :
Wahai air, damaikanlah bumi
Wahai api, hangatkanlah bumi
Wahai hutan, hijaukanlah bumi
Wahai angin, tenangkanlah bumi
Wahai matahari, sinarilah bumi
Wahai rembulan, terangilah bumi

Apakah kita mengingat
Ketika Allah membuat bumi ini
Dengan penuh keseimbangan
Lalu tuhan pun berkata:
Wahai ikan, arungi laut sejuta pesona di bumi ini
Wahai singa, jelajahi hutan lebat di bumi ini
Wahai burung kepakkan sayapmu menjelajahi angkasa
Wahai tikus, galilah tanah berbatu ini
Wahai adam, pimpinlah merka semua agar seimbang bumi ini

Ingatkah kita
Ketika Allah berfirman
Wahai Adam, perhatikan anak cucumu
Wahai Nuh, berlayarlah diatas banjirku
Wahai Ibrahim, ikhlaskan anakmu
Wahai Yusuf, jagalah dirimu
Wahai Musa, hancurkan tuhan palsu
Wahai Isa, tunjukkan kuasaku
Wahai Muhammad, sebarkan agamaku

Apakah kita ingat
Ketika Allah menciptakan manusia pengubah dunia
Ketika Allah menciptakan manusia pemberi warna
Ketika Allah menciptakan manusia pengabdi bangsa
Ketika Allah menciptakan manusia penceraah hati
Ketika Allah menciptakan manusia yang tiada duanya

Apakah kita mengetahui
Ketika Allah meniupkan ruh kedalam raga
Ketika Allah memberikan rizki kepada kita
Ketika Allah menolong kita dari marabahaya
Ketika Allah meluruskan kita dari jurang kesesatan
Ketika Allah menegur kita akibat buruknya perbuatan

Lihatlah dengan matamu
Dengarkan dengan telingamu
Hiruplah dengan telingamu
Rasakan dengan hatimu
Ketikan kini
Bumi tempat kita berpijak
Bumi tempat kita bercengkerama
Bumi tempat kita bersedih dan tertawa
Bumi tempat kita tinggal
Bumi tempat kita hidup
Sudah mulai menua
Sudah mulai tak kuasa
Sudah mulai murka

Akankah kita akan menyengsarakan anak kita
Hanya memberikan cerita rimbunnya pepohonan
Hanya memberikan dongeng hewan hewan yang berkeliaran
Hanya memberi musik kedamaian jiwa
Sedangkan didepan mata orang berhuru hara
Didepan mata pohon kering nan kurus tak bernyawa
Didepan mata kimiawi Berjaya
Didepan mata murka tuhan sudah ada

Mari kita lihat lagi dengan mata kita
Mari kita dengar lagi dengan telinga kita
Mari kita hirup kembali dengan hidung kita
Mari kita rasakan kembali dengan hati kita
Ketika kini
Manusia mulai berkuasa
Manusia mulai congkak
Manusia mulai tak bernurani
Manusia mulai berbuat sesukanya
Manusia mulai tak melihat sekelilingnya
Namun
Tuhan mulai murka
Tuhan mulai menunjukkan kusanya
Tuhan mulai memperlihatkan bahwa tak ada yang sebanding dengan-Nya
Lewat tanah yang berguncang
Lewat air yang tak lagi bersahabat
Lewat angin yang berputar
Lewat gunung yang bergejolak
Lewat hutan yang menguning
Lewat bumi yang semakin kurus
Lewat tangis kita yang tak kunjung sirna

Hati hati
Ketika Allah sudah menutup pintu maafnya
Ketika Allah sudah tak peduli tangisan kita
Ketika Allah sudah sangat murka
Ketika Allah sudah menunjukkan kuasanya yang tiada duanya
Ketika manusia sudah tak berdaya

Hati hati
Ketika langit sudah runtuh
Ketika tanah sudah mengerut
Ketika gunung sudah menjadi abu
Ketika matahari telah tiada
Ketika kacang lupa dengan kulitnya
Ketika batang lupa dengan akarnya
Ketika air telah meninggalkan laut
Ketika asap sudah tak setia dengan api
Ketika 100 milyar manusia meminta ampun
Namun apa boleh buat
Nasi telah menjadi bubur

Mari,
Kita sadar dari sekarang
Kita bertaubat dari diri kita sendiri
Kita bersihkan dari hal terkecil
Agar kita dan keturunan kita
Bisa melihat hijaunyan pepohonan
Bisa mendengar kicauan merdu burung di halaman
Bisa menghirup aroma mawar dan cendana di pekarangan
Bisa merasakan kebahagiaan lewat mahakarya tuhan
Dan dapat hidup selaras dengan alam

Masa lalu
Masa kini
Dan masa yang akan datang
Akan selalu memberi pelajaran
Akan selalu memberi cerminan
Akan selalu memberi peringatan
Bagi hamba hamba tuhan
Yang beriman

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih | شكرا جزيلا | Thank You | Merci Beaucoup