Kamis, 01 November 2012

Rasul


Terpisah beribu tahun yang lalu
Terbuka lembar lembar syahdu
Tertulis kisah berpadu
Termangu diri merindu

Kau sebarkan kasih yang menyejukkan kalbu
Kau lantunkan kalam yang merundukkan nafsu
Kau ajarkan takwa kepada yang Maha Satu

Tegar hati dalam rangkulan Ilahi
Senyuman yang merekah, tak terlukis dalam hati
Rindumu  hanya kepada yang Maha Tinggi
Ingatanmu kepada Allah tak akan pernah terbagi

Langkahmu membawa rahmat Tuhan
Tuturmu menjawab kebimbangan
Ajaranmu memberi kebenaran
Tatapanmu hancurkan kemunafikan
Tindakanmu membuktikan Al Quran

Ya rasul, ingin kami melangkah bersamamu menuju surga
Teguhkan diri terpaut dalam bimbingan Allah Ta’ala
Laa ilaha illallah
Muhammad rasulullah

Farhan Abdul Majiid
011112
 @famajiid on twitter

Kamis, 18 Oktober 2012

SIAPKAN DIRI MENUJU IDUL ADHA



Idul Adha tinggal sepekan, hari raya yang menjadi kebanggaan umat islam ini akan kembali datang. Hari raya Idul Adha tentunya bertepatan dengan keberangkatan saudara kita yang menunaikan ibadah haji. Pelaksanaan wukuf di Padang Arafah menjadi puncak dari segala ritual haji. Dalam pelaksanaan wukuf ini, sangatlah agung dilaksanakan, karena jutaan umat islam yang berhaji, mereka berkumpul di satu tempat yang sangat luas untuk merenungi segala nikmat yang diberikan dan kemudian mensyukurinya. Selain itu, para jemaah haji tentu akan merenungi bagaimana kehidupan mereka nanti setelah kembali ke alam yang abadi, dan kemudian mereka akan bertaubat dengan sungguh sungguh agar mendapatkan kebahagiaan baik di dunia maupun akhirat.

Sebagai seorang muslim yang taat akan perintah Allah dan Rasul-Nya, tentulah kita akan terpanggil untuk melaksanakan perintah Kurban. Kurban sendiri menurut bahasa artinya mendekatkan. Mendekatkan disini tentu kepada Allah dan Rasul-Nya. Selain itu, tentulah kita akan mendekatkan hati kepada para mustahik yang menerima daging kurban. Inilah kelebihan dari islam, yakni Ukhuwah Islamiyah. Meskipun antara pemberi dan penerima tak saling mengenal, mereka akan tetap berbagi. Kebersamaan antar umat islam ini tentunya akan memberikan manfaat yang besar kepada keduanya. Bagi pemberi tentulah ia akan mendapatkan rida dan pahala dari Allah jika ia memberi dengan ikhlas, dan bagi penerima maka ia akan mendapatkan santapan yang berkah dan mendapat rida Allah pula.

Namun, dibalik melimpahnya berkah Idul Adha, masih saja ada umat islam yang kurang mensyukuri nikmat Allah. Kita dapat melihat bagaimana mereka yang sudah pergi haji namun tetap saja melakukan kejahatan seperti korupsi. Tentulah hajinya tak akan mendapatkan berkah apalagi predikat mabrur. Karena ia berhaji saja sudah dengan uang haram, maka hajinya pun akan rusak pahalanya. Selain itu ada saja umat islam yang membagikan hewan kurban namun dengan cara yang tidak manusiawi. Para mustahik yang seharusnya dihormati namun dibiarkan berhimpitan hingga terinjak injak karena berebut daging kurban. Kejadian tersebut seharusnya dapat dihindari jika sistem yang mengatur pembagian kurban dijalankan sebaik-baiknya. Contoh diatas sama sekali tidak mencerminkan budaya yang islami. Karena sesungguhnya islam adalah agama yang mendidik umatnya agar mencari rizki yang halal di muka bumi dan berbagi dengan ikhlas dan tanpa ada rasa riya ataupun sum’ah.

Berhaji sangatlah baik, tapi akan lebih baik lagi jika dilakukan hanya mengharap rida Allah. Mereka yang pulang dari haji tentulah mengharap rida Allah dan mendapatkan kemabruran, dan mereka yang berada di tanah air tentulah mengharapkan para jemaah haji dapat mencontohkan perilaku yang islami, seperti salat berjemaah, rajin bersedekah, suka membantu sesama, dan kegiatan lainnya. Berkurban juga sangatlah baik, namun akan lebih baik lagi jika dilakukan dengan ikhlas. Para mustahik tentu akan mengharapkan para pemberi kurban memberikan kurbannya dengan ikhlas, sehingga mereka dapat memakan daging kurban yang halal dan berkah.

Setelah Idul Adha, umat islam akan menyongsong tahun barunya. Tahun baru hijriah hanya berselang kurang lebih tiga pekan setelah Idul Adha. Tentu akan lebih baik jika kita membawa hikmah Idul Adha sebagai modal untuk membangun pribadi yang lebih baik di tahun 1434 H mendatang. Selamat Idul Adha!!!

Ket:
Riya : melakukan sesuatu agar dipuji
Sum’ah : melakukan sesuatu kemudian membicarakannya agar orang lain tahu ia telah berbuat baik
Ukhuwah islamiyah : ikatan persaudaraan antarsesama umat islam

Mohon maaf jika ada tulisan saya yang kurang berkenan.
Follow @famajiid on twitter
Silakan untuk memberikan komentar  yang baik dan sopan

Minggu, 26 Agustus 2012

Dengan pendidikan yang baik, Indonesia sejahtera, maju dan berkualitas


Sebenarnya, banyak faktor yang bisa membuat negara kita sejahtera, maju dan berkualitas. Faktor alam, sejarah, wilayah, dan lainnya. Namun ada satu yang belum maksimal, Sumber Daya Manusia.

Sumber daya manusia kita memang tergolong rendah, masih banyak saudara kita yang belum mendapatkan pendidikan yang memadai. Seperti hanya sampai SMA, SMP, SD bahkan ada yang tidak mengenyam pendidikan sama sekali. Sungguh ironis di negeri ini, negeri yang memiliki 17.000 pulau, kita belum memaksimalkan potensi yang ada. Meskipun pendidikan tidak menjamin kesuksesan seseorang, namun dengan pendidikan, peluang untuk meraih kesuksesan lebih besar.

Sistem pendidikan di Indonesia belum mampu mengakomodir potensi masyarakatnya. Banyak yang mengeluhkan bahwa anak yang masuk sekolah harus bisa di semua mata pelajaran dengan standar yang tinggi. Seperti matematika 70, IPA 70, IPS 72, kesenian 75, dan pelajaran lainnya. Seharusnya, dengan potensi setiap individu yang berbeda, sekolah dapat memaksimalkan potensi yang ada. Saat ini pun sudah beberapa sekolah memberikan program ekstrakulikuler untuk mengembangkan potensinya, ini sudah bagus menurut saya.

Kualitas pelajar yang ditentukan dengan ujian nasional pun belum sepenuhnya menggambarkan kondisi sesungguhnya peserta didik. Karena masih saja ditemukan kasus sontek massal di sejumlah sekolah yang menunjukkan banyak pelajar yang lebih memilih jalur instan dibandingkan berusaha. Ini mungkin yang membuat bangsa kita belum maju. Lebih suka dengan jalan pintas daripada dengan hasil usaha sendiri. Kondisi seperti ini (lebih memilih jalan pintas daripada dengan hasil usaha sendiri) akan membuat semakin banyak kasus korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) di negeri kita.

Melihat kondisi seperti ini sudah sepantasnya jika kualitas pendidikan indonesia lebih baik, meski sekarang sudah cukup baik, namun akan lebih baik lagi jika kita memperbaiki dari diri kita dahulu, dengan berusaha menjadi yang terbaik dalam bidang kita kita jangan hanya mengeluh dan pasrah, namun harus ada usaha dulu dari diri kita. Untuk pemerintah, saya harap instansi terkait dapat memberikan solusi terbaik bagi pendidikan Indonesia, tentu kita ingin Indonesia menjadi negeri yang sejahtera, maju dan berkualitas bukan?

Terakhir, sebagai bangsa yang besar sudah sepantasnya bangsa ini dibangun oleh orang orang cerdas, tak hanya cerdas dari sisi IPTEK saja, namun juga harus menjadi bangsa yang cerdas secara akhlaknya. Sehingga dapat menjadi bangsa yang besar dan berdaulat serta agamais.

Mohon maaf jika ada tulisan saya yang kurang berkenan.
Follow @famajiid on twitter
Silakan untuk memberikan komentar  yang membangun

Jumat, 17 Agustus 2012

67 TAHUN INDONESIA MERDEKA


67 tahun Indonesia merdeka
Sudah sampai mana?
Ketika kita sudah tak dijajah Belanda atau Jepang?
Ataukah ketika kita membangun tanah air kita?

67 tahun Indonesia merdeka
Masih banyak rakyat yang menahan amarah
Karena banyak pemimpin yang tak amanah
Hingga rakyat hanya bisa pasrah

67 tahun Indonesia merdeka
Mengapa Indonesia belum bangkit?
Mengapa Indonesia tak kunjung maju?
Mengapa Indonesia belum bersatu?

67
tahun Indonesia merdeka
Sedih rasanya, mana tangan pemuda?
Sedang berpesta Atau sedang bekerja?
Sedang tawuran Atau sedang berjuang?
Sedang mencuri Atau sedang berkarya?

67 tahun Indonesia merdeka
Mana doa kita untuk Indonesia?
Mana tangan kita untuk bekerja?
Bekerja sama untuk membangun cita?

67 tahun silam, di Jakarta
Proklamasi dilantangkan
Merah putih dibentangkan
Semuanya bersatu melawan penjajahan

67 tahun setelahnya, masih di Jakarta
Para pemuda tawuran
Pejabat main kepentingan
Artis artis pamer kemewahan
Yang kini jadi tontonan

Korupsi, suap, sogokan dan apalah lagi
Adalah sebagian kecil tantangan
Agar kita mau turun tangan
Hingga mencapai Indonesia
Yang tak lagi berpangku tangan

Selasa, 14 Agustus 2012

DALAM BATAS CAKRAWALA


Dalam batas cakrawala
Air menghamparkan samudera
Tanah menghamparkan benua
Udara menghamparkan angkasa
Api menghamparkan pelita

Dalam batas cakrawala
Orang orang membangun kota
Para pemimpi menggapai cita
Harapan gemilang memelok mata
Panggung panggung pun mulai tertata

Dalam batas cakrawala
Wanita mengasuh putra
Lelaki merangkai karya
Anak anak membangun asa
Orang orang tua merindukan saudara

Dalam batas cakrawala
Dengung asap membahana
Senyum mentari merona
Hijau hutan mempesona
Elok raga dalam panorama

Dalam batas cakrawala
Inilah manusia
Makhluk makhluk pewarna dunia
Para pembangun segala cipta
Dan berharap merengkuh surga

Kamis, 05 Juli 2012


KETIKA UANG BERKUASA
Farhan Abdul Majiid – 050712

Uang,
Bukan segalanya
Bukan tuhan
Bukan pula sesembahan
Namun, mengapa kini semua terbalik?

Ketika uang berkuasa,
Jangan harap wakil rakyat merakyat
Jangan harap keadilan berjalan
Jangan harap pemimpin memikirkan yang dipimpin

Di saat uang menjadi penguasa,
Akankah rakyat sejahtera?
Ataukah koruptor yang memangsa?
Inikah negeri kita?

Disaat rakyat kelaparan
Apakah yang kita pilih turut merasa?
Ketika pelajar berjuang meraih asa
Apa yang diperjuangkan wakil kita?

Cukup sudah,
Negeri ini berlandaskan ketuhanan, bukan keuangan
Uang memang penting,
Namun bukan yang terpenting

Sudahlah, tak ada guna mengeluh
Lebih baik kita berdoa
Semoga hati mereka terbuka
Karena lebih baik berdoa
Daripada bicara tak punya cara

--- semoga uang tak lagi berkuasa ---
--- semoga tuhan membuka hati mereka ---
--- semoga kita tak menuhankan selain tuhan ---
--- ingat!!! Uang bukan tuhan ---
--- ingat!!! Tuhan kita hanyalah Allah yang maha kuasa ---