Senin, 01 Juli 2013

Bersiaplah menyambut sang tamu agung

Setahun sudah kita berpisah dengan tamu ini, dan beberapa saat lagi beliau akan hadir kembali. maka bersiaplah untuk menyambut sang tamu agung, Bulan Ramadan.

Bulan Ramadan sejatinya adalah bulan yang agung, bulan yang penuh berkah, dan banyak kemuliaan lainnya. Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbanyak di dunia pastinya amat menunggu limpahan berkah di bulan ini. Milyaran umat islam di seluruh dunia pun menantikan nikmatnya berpuasa.

Puasa menjadi ibadah wajib sebulan penuh saat Ramadan. Berpuasa menjadi saat yang spesial karena inilah ibadah istimewa seorang muslim. Seorang muslim yang benar-benar berpuasa, ia tak hanya mendapat rasa lapar dan haus, tapi ia juga mendapat limpahan rahmat dan karunia Allah. Saat Ramadan sebenarnya ada banyak yang bisa kita lakukan, dan tentunya ini bernilai berkah untuk semua manusia.

Pertama, ibadah puasa itu sendiri. Puasa merupakan ibadah yang sudah ada dari nabi-nabi terdahulu. Puasa memiliki nilai yang sangat berarti. Kita harus mampu menahan diri dari berbagai nafsu. Nafsu yang tadinya halal pun diharamkan ketika sedang berpuasa. Tentunya ini akan berubah menjadi ringan bila kita ikhlas dalam berpuasa. Selain mendapat banyak pahala dari Allah, ibadah ini juga memberikan dampak positif dari banyak sisi. Dalam kesehatan, berpuasa akan memberikan dampak yang amat baik bagi sistem pencernaan manusia. Lambung kita akan diistirahatkan sebulan setelah setahun bekerja keras. Dari segi sosial, dengan berpuasa kita akan mampu melahirkan rasa empati kepada manusia lain yang tak seberuntung kita. Menahan rasa lapar mungkin sudah terbiasa bagi mereka yang tak berkecukupan. Dan kita turut pula merasakannya sebagai wujud kepedulian sesama muslim. Selain itu, ada banyak lagi keistimewaan orang yang berpuasa.

Berikutnya, dari ibadah. Sudah menjadi pengetahuan bersama bahwa selama bulan Ramadan, ibadah yang dilakukan akan dilipatgandakan tak terbatas. Ini tentu menjadi kabar baik bagi kita untuk memaksimalkan waktu selama Ramadan untuk hal-hal positif. Berpuasa di siang hari, dan mendekat di malam hari. Ada satu ibadah yang sangat baik untuk dilakukan. Memberi makanan untuk berbuka. Mungkin selama ini kita suka memberi makanan untuk orang lain, dan ini bermanfaat. Selama Ramadan, manfaat berbagi makanan tak hanya bagi penerima, tapi juga yang memberi karena ia akan ddiberikan pahala sebanyak orang tersebut tanpa mengurangi pahala orang yang diberi. Jadi, jangan heran ketika selama Ramadan banyak orang yang berlomba-lomba berbagi makanan untuk berbuka puasa.

Yang ketiga, dari bisnis. Ini sebenarnya bukan tujuan utama, tapi berkah bisnis tentunya amat dirasakan dari para niagawan. Selama Ramadan, bisnis tempat makan, pakaian, hingga buku merasakan nikmatnya Ramadan. Tempat makan menjadi hal yang paling dicari menjelang berbuka. Pakaian banyak dicari karena umat islam menjadi rajin ke masjid dengan berpakaian yang indah dan rapi. Bahkan, untuk mengisi waktu luang, buku-buku yang bernuansa agama semakin dicari. Umat islam semakin rajin untuk mendalami agamanya, dan buku menjadi salah satu jalannya.

Selanjutnya, televisi. Televisi yang biasanya menyuguhkan acara-acara yang berbau maksiat, selama Ramadan mereka berubah insaf. Artis-artis berpakaian lebih tertutup, acara musik berubah menjadi acara dakwah. Bahkan banyak televisi yang sengaja mengundang ulama untuk memberikan nasihat kebaikan selama bulan Ramadan. Ulama-ulama pesohor pun harus bisa memanfaatkannya sebagai ajang dakwah ajaran islam. Ragam acara keislaman, seperti  pengkajian Al Quran, motivasi islami, hingga tausiyah bertebaran selama Ramadan untuk meningkatkan kualitas umat islam. Televisi pun seolah menjadi gudang ilmu bagi umat islam. Tapi, ini diharapkan tak hanya saat Ramadan. Tapi bisa berlanjut hingga seterusnya.

Coba kita lihat dari segi kemasyarakatan. Masyarakat Indonesia tentunya akan berubah gaya hidupnya selama Ramadan. Mereka menghormati Ramadan dengan berbagai cara. Mengadakan seminar keislaman, membagikan takjil gratis bagi pengguna jalan, hingga memakmurkan masjid menjadi metode untuk semakin dekat dengan Allah. Masyarakat nonmuslim pun saling menghormati. Kemajemukan masyarakat Indonesia pun bisa diharmonikan selama Ramadan.

Terakhir, ada ibadah spesial di bulan Ramadan, yakni zakat. Zakat merupakan sarana paling dahsyat untuk memurnikan dan mensucikan harta, jiwa, serta tubuh kita. Zakat menjadikan kita seorang muslim yang sejati. Karena, muslim yang terbaik bukan yang hanya sendiri merasakan keindahan Ramadan, tapi juga mampu berbagi keberkahan Ramadan. Zakat harus kita tunaikan sebagai bentuk syukur atas seluruh nikmat yang telah diberikan selama ini. Harta kita mungkin ada yang kotor, dan cara terbaik untuk membersihkannya hanya dengan berzakat. Jadi, untuk apa ragu membayar zakat?


Demikianlah sedikit dari jutaan berkah Ramadan. Ramadan, sebagai bulan yang paling dinantikan seluruh umat islam di dunia harus kita maksimalkan. Ibadah semakin rajin, peduli dengan sesama, hingga mencapai keparipurnaan melalui lailatulqadr. Semoga keberkahan Ramadan dapat kita  manfaatkan sebagai sarana peningkatan kualitas ketakwaan kepada Allah dan sarana kepedulian sosial dalam masyarakat. Umat islam tentu berharap keharmonisan tak hanya pada saat Ramadan, tapi juga ketika berlalunya Ramadan, kemuliaan Ramadan masih dapat dirasakan. Marilah kita siapkan diri kita untuk  menyambut sang tamu agung, bulan penuh karunia, Ramadan.

Kamis, 27 Juni 2013

A City Architecture

Ini desain terbaru dari saya
A City Architecture
dapat dilihat bahwa perkembangan kota begitu pesat. Ini hanyalah contoh dari desain kota yang mungkin masih berasitektur lama. Semoga bisa menginspirasi!
Saran atas teknik menggambar diterima. Silakan bagi yang ingin berbagi ilmu....

Sabtu, 20 April 2013

Kualitas Pendidikan Indonesia

Melihat judul di atas, apa pendapat Anda? Sudah baik? Cukup baik? Atau jauh dari harapan? Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Pearson, Indonesia termasuk di peringkat yang sangat rendah. Sungguh menakutkan.
Pendidikan sejatinya adalah modal dasar sebuah bangsa untuk mencapai kemajuan. Dengan pendidikan, penguasaan terhadap teknologi akan dicapai lebih mudah. Suatu negara yang sudah menguasai teknologi, maka akan lebih mudah ia menguasai dunia. Hal ini sudah dibuktikan oleh negara-negara Barat yang mampu menguasai teknologi. Kini, seharusnya kita sadar bahwa mereka yang berilmu tentu akan lebih banyak berbicara di percaturan global.
Indonesia harus mampu meningkatkan kualitas pendidikan. Dilihat dari statistik berbagai lembaga survei, kualitas kita masih cukup rendah. Bila dibandingkan dengan Malaysia dan Singapura, terlihat jurang pemisah yang cukup besar. Kita masih harus belajar, bagaimana cara untuk mengajar dengan benar. Tenaga pendidik, fasilitas pendidikan, dan kualitas didikan harus dioptimalkan.
Kualitas guru di Indonesia bisa dibilang masih cukup rendah. Guru juga kurang terlihat kesejahteraannya. Dengan gaji seadanya, mereka harus mengajar seharian penuh. Finlandia, pemegang kualitas tertinggi dalam pendidikan rupanya sudah mencari pendidik yang handal sejak awal. Minimal bergelar magister, dan harus lulusan 10 terbaik dari setiap fakultas. Syarat yang cukup ketat untuk seorang guru. Mereka pun digaji tinggi. Di Indonesia bisa dilihat bahwa kesarjanaan guru masih kurang. Guru yang belum mampu mengajar pun terpaksa mengajar. Interaksi dengan murid pun menjadi kurang hidup. Masih banyak guru yang menggunakan metode mengajar lama, hanya dari guru ke murid. Murid tak banyak dilibatkan. Proses pengajaran pun menjadi membosankan, dan akhirnya membuat murid malas belajar. Guru-guru berkualitas pun masih terkumpul di kota-kota besar. Pemerataan akses pendidikan pun kurang. Banyak daerah pelosok yang tak memiliki guru. Ini harus segera diperbaiki.
Kualitas pendidik yang kurang, rupanya juga memengaruhi kualitas didikan. Murid banyak yang malas belajar, PR menumpuk, takut matematika, takut IPA, takut IPS, hanya senang olahraga, dan banyak keluhan lainnya. Di saat ujian pun, masih banyak yang gemar menyontek. Murid hanya ingin cara instan mendapat nilai, guru pun ada yang menggratiskan nilai. Tanpa ulangan, nilai sudah bagus. Hasilnya, murid secara kuantitas nilai tinggi, namun kualitas akademik kurang.
Gedung sekolah banyak yang rusak, dana bantuan pun tak jelas, banyak daerah terpencil yang tak punya sekolah, dan masih banyak lagi yang memilukan dari fasilitas pendidikan di Indonesia. Alokasi dana pendidikan sebanyak 20% pun kurang efektif berjalan. Banyak sekolah yang untuk menjangkaunya pun, harus berjuang sepanjang jalan. Belum lagi kualitas guru yang kurang inovatif dan kurang membangun karakter bangsa. Ketersediaan buku teks siswa pun masih sekadarnya. Kebutuhan siswa kurang tertampung, kebutuhan guru pun secukupnya.
Melihat pelajar Indonesia pun ada dua golongan. Golongan pertama, mereka yang sungguh-sungguh belajar, rajin membaca, patuh terhadap guru, berprestasi, berperilaku terpuji, dan jujur. Inilah kualitas yang diharapkan. Atau mungkin sering bolos, kalaupun datang terlambat, malas belajar, sering menyontek, dan tidak antusias. Hal ini harus dihindari. Ingatlah, bahwa kemajuan Indonesia hanya dapat diraih bila semua elemen masyarakat melakukan tugas secara tepat.
Berdasarkan penjelasan di atas, tepatlah jika kita harus bekerja keras memperbaiki kualitas pendidikan Indonesia. Semua harus dimulai dari sekarang. Kepada para guru, bersikaplah profesional, mengajarlah dengan ikhlas, dan jadilah panutan bagi murid. Kepada para pelajar, buktikanlah bahwa dengan kejujuran, semua akan diraih dengan halal. Belajarlah dengan giat, karena Andalah tumpuan harapan bangsa. Kepada pemerintah, fasilitasilah sekolah, bentuklah metode pengajaran yang baik, tanamkan pendidikan moral dan budaya. Dengan itu, Indonesia akan memiliki anak yang cerdas, namun berbudaya baik. Teruslah perbaiki dari sekarang. Karena kita yakin, Indonesia akan menjadi pemimpin ke depan. Majulah Indonesia!!!!

Jumat, 05 April 2013

Anti Antikorupsi



Korupsi akhir-akhir ini menjadi kata yang lumrah didengar di Indonesia. Banyak waktu yang tersita oleh pemberitaan mengenai korupsi. Rakyat pun semakin geram dengan semakin berkualitas dan berkuantitasnya koruptor di negeri ini. KPK pun seperti tak pernah berhenti menjaring penyengsara rakyat. Kekuatan politik dan uang menjadi benteng dari penjara. Kalaupun terbukti, banyak saja yang masih rajin berkilah.
                Korupsi sebenarnya masalah akut. Harus segera diberantas. Jangan sampai menjamak. Kekhawatiran ini harus didukung oleh seluruh rakyat Indonesia sebagai gerakan nasional untuk menghadang korupsi yang semakin merajalela. Kekuasaan absolut yang diktaktor memang tidak ada. Tapi, kini justru uang yang lebih banyak bicara. Tak perlu banyak berkilah, cukup sediakan setumpuk harta, vonis tinggal mimpi. Inilah yang semakin parah, melawan korupsi dengan suap. Dosa satu ditutup dengan dosa baru.
                Kesadaran untuk tidak mengambil sesuatu yang bukan hak harus dimulai sejak masih kecil. Proses bertumbuhnya anak Indonesia harus didampingi dengan pembinaan karakter mulia agar pemimpin Indonesia ke depan lebih berkualitas. Anak-anak harus bisa membedakan yang benar atau yang salah. Sehingga, ketika sudah menjadi dewasa, mereka tak akan mau tergiur oleh harta yang haram. Dengan tertanamnya sikap berani berbuat benar, harapan untuk meraih Indonesia yang lebih baik pun semakin besar.
Peringkat korupsi Indonesia masih cukup tinggi. Bahkan bila dibandingkan negara tetangga Singapura, Indonesia terpaut jauh. Ini harus menjadi pelajaran bahwa kesadaran menolak tindakan korupsi harus merakyat. Dari wirausahawan muda hingga pejabat negara harus sadar bahwa korupsi hanya akan menambah sengsara dan dosa. Seluruh rakyat Indonesia jangan lagi memilih pemimpin yang terbukti korupsi. Kalaupun sudah terlanjur, kritisi setiap hal yang mencurigakan. Peran serta masyarakat untuk mengawasi pemerintahan pun bisa menjadi kekuatan dalam menghadang perilaku korup pejabat. Kita harus sadar bahwa kebaikan akan tetap berjaya, karena itu jaminan Tuhan.
Anti korupsi kini menjadi kekuatan untuk melawan korupsi. Perlawanan untuk melawan korupsi memang harus dimulai dari diri sendiri. Tidak menerima yang bukan hak, menolak diberi agar kita memberi, adalah beberapa sikap yang dapat kita lakukan untuk menghindar dari jebakan korupsi. Jangan sampai anti korupsi ini terpatahkan semangatnya oleh anti antikorupsi. Anti antikorupsi sama saja membiarkan bangsa ini semakin terpuruk. Jangan pesimis terhadap apa yang ada saat ini. Berjuanglah untuk meraih Indonesia emas di masa depan. Indonesia masih memiliki potensi besar untuk menjadi bangsa yang besar, berkuasa, dan berjaya di bumi ini. Alam dan manusia harus di sinkronkan agar kemajuan Indonesia lebih optimal. Pendidikan yang baik pada anak akan semakin memperkokoh tembok antikorupsi. Indonesia bersatulah, karena kita adalah bangsa yang besar. Mulai dari saat ini! Anti Anti Antikorupsi!!!

Kamis, 24 Januari 2013

MAULID NABI MUHAMMAD SAW. SEBAGAI TELADAN DALAM MENCARI PEMIMPIN BANGSA



https://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTOgpWoKDMhFvNT1xSFRoJpvXLN9OXWPF7hE0B7sGN-jbxbiJ6zcwHari itu, di tahun gajah
Bulan Rabiul Awal hari kedua belas
Semesta beryukur kepada Tuhan
Atas turunnya seseorang
Tak hanya rasul, ialah pemimpin atas segala makhluk Tuhan
Pembawa rahmat dan berkah
Pengiring cahaya Ilahi menuju kedamaian abadi
Pembawa nurulhuda dari lauhulmahfudz
Penyampai pesan nan mulia
Ialah jiwa yang suci, Rasulullah Muhammad Saw.

Sosok pribadi yang dianggap memiliki “kesempurnaan” atas manusia adalah orang yang memiliki kedudukan paripurna. Kedudukan yang tak hanya sebatas dunia, namun tentu akhirat yang abadi. Tentulah ia Nabi Muhammad Saw.

Untuk mencari pemimpin negeri ini, setidaknya kriteria yang cocok memiliki kepribadian yang sedikit cela, namun taat kepada sang pencipta. Tentulah panutan itu diakui oleh seluruh rakyat, muslim atau bukan, kaya atau miskin, pejabat atau pengusaha semua rakyat sepakat. Contoh yang harus kita lihat adalah Rasulullah Saw. Seperti apakah Muhammad leadership style itu? Mari kita lihat penjabaran berikut.

                Sebagai seorang rasul, Muhammad Saw. Tentu dibimbing oleh wahyu. Setiap perbuatannya tentu tidak menyalahi syariat. Kepemimpinannya menjadi pelindung bagi orang yang lemah dan penyokong orang yang kuat. Ucapannya menyejukkan umat, bahkan hingga kini. Di saat ia memimpin salat, kekhusyukan akan terasa. Bahkan, tak hanya saat salat, saat memimpin seluruh jazirah arab, ia mampu menjadi pendamai suku-suku yang berselisih, dan menjadi penasihat bagi orang yang meminta petunjuk, ia mampu untuk memberikan pemahaman terkait sesuatu yang sulit, dan penjelas dari suatu keraguan. Ia menjadi pemimpin dan mampu menjalankannya. Mari kita tengok saat-saat kini, di Indonesia contohnya. Masih banyak pemimpin yang tak mampu menjalankan amanah. Bahkan, mereka bukan dari golongan nonmuslim, justru bagian muslim itu sendiri. So, what’s wrong about the Muhammad leadership? Tentu bukan Nabi Muhammad yang salah, mereka yang salah dalam mengamalkan ajarannya. Inilah yang harus diperhatikan setiap manusia, karena pada hakikatnya juga manusia sebagai pemimpin bagi dirinya sendiri.
Pemimpin adalah manusia yang diberikan amanah untuk memimpin segolongan orang yang lain, yang mampu memberi petunjuk bagi orang lain, dalam islam sering disebut sebagai khalifah. Lebih lagi saat ini, Indonesia sedang dalam mencari pemimpin ideal dalam menahkodai Indonesia beberapa tahun mendatang. Tahun 2014 pun menjadi puncaknya. Bagaimana syarat seorang pemimpin dalam sudut pandang islam? Mampukah dalam menjaring pemimpin nasional yang berkualitas? Inilah jawabannya.
 Sikap Nabi Muhammad Saw. dalam Muhammad leadership style, sering kita sebut dengan FAST. Apakah itu FAST?

1.       Fathanah (cerdas)
Kecerdasan bagi seorang pemimpin amat diperlukan. Karena dengan kecerdasan, dapat menuntaskan berbagai problematika yang ada. Dahulu, bangsa Arab adalah bangsa yang bodoh (Jahilliyah), namun setelah kedatangan cahaya islam, masyarakat Arab dapat menjadi lebih beradab dalam tindakannya. Tentu, kata cerdas yang dimaksud tak hanya di atas kertas, namun juga meliputi segala tindakannya, perbuatannya, ucapannya, hingga kebijakannya. Sebagai pemimpin yang cerdas, tentulah akan membuat segala kebijakannya diterima oleh rakyatnya karena mampu memberi jalan tengah dari masalah yang ada. Sikap cerdas inilah yang dibutuhkan oleh pemimpin masa kini agar masalah dapat selesai dengan cepat dan tepat.

2.       Amanah (dapat dipercaya)
Pemimpin pastilah orang yang dipercaya oleh masyarakat yang dipimpinnya. Rasulullah dipercaya tidak hanya dari manusia saja, Allah pula yang memercayainya sebagai pengantar  bagi ajaran islam yang mulia ini. Tentu tak heran bila ia memperoleh gelar Al Amin. Sikap ini pula yang harus dimiliki oleh pemimpin masa kini, karena pemimpin yang dipercaya oleh rakyatnya tentu akan mudah dalam menjalankan kebijakan yang bermanfaat bagi khalayak. Ketika seorang pemimpin dapat dipercaya oleh yang dipimpin, maka kepemimpinannya dapat berjalan dengan lancar. Kepercayaan yang diperoleh tentu tak boleh jika diselewengkan. Inilah tantangan bagi pemimpin bangsa ini di masa kini dan yang akan datang. Oleh karena itu, marilah kita mempercayai pemimpin kita di saat ini agar negeri kita dapat berjalan dengan lancar.

3.       Shiddiq (jujur)
Sifat jujur mutlak harus dimiliki setiap manusia, karena dengan kejujuran maka kepercayaan dapat diraih. Nabi Muhammad Saw. Selalu berkata jujur, maka kita sebagai umatnya harus pula berkata jujur. Lebih lagi bagi seorang pemimpin, jika ia membohongi yang dipimpin, tentu kepercayaan akan sirna baginya. Kemuliaan seseorang didapat dari kejujurannya, begitu kata pepatah. Pemimpin yang jujur akan mendapatkan kemuliaan dari rakyat yang dipimpinnya. Kebutuhan akan pemimpin yang jujur di Indonesia pun kini mendesak, karena semakin banyaknya kasus korupsi oleh para pejabat. Korupsi sendiri terjadi karena ia tidak jujur kepada dirinya sendiri, rakyat yang dipimpinnya, dan tentulah kepada Allah Swt.

4.       Tabligh (menyampaikan)
Sikap menyampaikan seorang pemimpin harus dilakukan agar program-programnya dapat dilakukan. Proses penyampaian program kepemimpinan harus dilakukan dengan komunikasi yang baik, agar dapat dipercayai dan dijalankan dengan baik. Sifat tabligh ini harus dimiliki pemimpin agar rakyat yang dipimpin mengetahui secara jelas apa kelebihan dan kekurangan pemimpin tersebut. Sifat tabligh ini pun mengharuskan transparansi dari pemimpin, sehingga tidak ada rakyat yang dikecewakan oleh sang pemimpin.

                Inilah kira-kira syarat mutlak bagi pemimpin Indonesia di masa yang akan datang. Selain tentunya ia memiliki pengamalan yang taat pada pancasila sebagai dasar fondasi Negara. Semoga kita dapat menyontoh Muhammad leadership style yang tentunya akan memberikan manfaat yang amat besar. Karena, sekali lagi kita adalah pemimpin bagi diri kita sendiri.

Selamat maulid Nabi Muhammad Saw., semoga kita dapat meneladani teladan mulianya.
#1 people for lifetime
Mohon maaf bila ada kesalahan
@famajiid