Jumat, 05 April 2013

Anti Antikorupsi



Korupsi akhir-akhir ini menjadi kata yang lumrah didengar di Indonesia. Banyak waktu yang tersita oleh pemberitaan mengenai korupsi. Rakyat pun semakin geram dengan semakin berkualitas dan berkuantitasnya koruptor di negeri ini. KPK pun seperti tak pernah berhenti menjaring penyengsara rakyat. Kekuatan politik dan uang menjadi benteng dari penjara. Kalaupun terbukti, banyak saja yang masih rajin berkilah.
                Korupsi sebenarnya masalah akut. Harus segera diberantas. Jangan sampai menjamak. Kekhawatiran ini harus didukung oleh seluruh rakyat Indonesia sebagai gerakan nasional untuk menghadang korupsi yang semakin merajalela. Kekuasaan absolut yang diktaktor memang tidak ada. Tapi, kini justru uang yang lebih banyak bicara. Tak perlu banyak berkilah, cukup sediakan setumpuk harta, vonis tinggal mimpi. Inilah yang semakin parah, melawan korupsi dengan suap. Dosa satu ditutup dengan dosa baru.
                Kesadaran untuk tidak mengambil sesuatu yang bukan hak harus dimulai sejak masih kecil. Proses bertumbuhnya anak Indonesia harus didampingi dengan pembinaan karakter mulia agar pemimpin Indonesia ke depan lebih berkualitas. Anak-anak harus bisa membedakan yang benar atau yang salah. Sehingga, ketika sudah menjadi dewasa, mereka tak akan mau tergiur oleh harta yang haram. Dengan tertanamnya sikap berani berbuat benar, harapan untuk meraih Indonesia yang lebih baik pun semakin besar.
Peringkat korupsi Indonesia masih cukup tinggi. Bahkan bila dibandingkan negara tetangga Singapura, Indonesia terpaut jauh. Ini harus menjadi pelajaran bahwa kesadaran menolak tindakan korupsi harus merakyat. Dari wirausahawan muda hingga pejabat negara harus sadar bahwa korupsi hanya akan menambah sengsara dan dosa. Seluruh rakyat Indonesia jangan lagi memilih pemimpin yang terbukti korupsi. Kalaupun sudah terlanjur, kritisi setiap hal yang mencurigakan. Peran serta masyarakat untuk mengawasi pemerintahan pun bisa menjadi kekuatan dalam menghadang perilaku korup pejabat. Kita harus sadar bahwa kebaikan akan tetap berjaya, karena itu jaminan Tuhan.
Anti korupsi kini menjadi kekuatan untuk melawan korupsi. Perlawanan untuk melawan korupsi memang harus dimulai dari diri sendiri. Tidak menerima yang bukan hak, menolak diberi agar kita memberi, adalah beberapa sikap yang dapat kita lakukan untuk menghindar dari jebakan korupsi. Jangan sampai anti korupsi ini terpatahkan semangatnya oleh anti antikorupsi. Anti antikorupsi sama saja membiarkan bangsa ini semakin terpuruk. Jangan pesimis terhadap apa yang ada saat ini. Berjuanglah untuk meraih Indonesia emas di masa depan. Indonesia masih memiliki potensi besar untuk menjadi bangsa yang besar, berkuasa, dan berjaya di bumi ini. Alam dan manusia harus di sinkronkan agar kemajuan Indonesia lebih optimal. Pendidikan yang baik pada anak akan semakin memperkokoh tembok antikorupsi. Indonesia bersatulah, karena kita adalah bangsa yang besar. Mulai dari saat ini! Anti Anti Antikorupsi!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih | شكرا جزيلا | Thank You | Merci Beaucoup